Arsip Tag: Manchester United

Manchester United Butuh Tambahan Satu Gelandang dan Satu Striker Lagi

Manchester United Butuh Tambahan Satu Gelandang dan Satu Striker Lagi

Paul Ince yang pernah menjadi pemain Manchester United merasa bahwa mantan klub nya tersebut sangat butuh 2 pemain lagi di musim depan. yakni seorang striker yang ganas dan 1 Gelandang bertahan atau gelandang serang.

Saat di latih oleh Ole Gunnar Solskjaer Manchester United sudah kembali membagun tim nya. pelahan tapi pasti itu memberikan hasil yang Positif walaupun sempat mengalami masa masa sulit nya di musim ini. namun ketika musim dingin Manchester United sudah kembali kejalur kemenangan tepatnya ia memberi Bruno Fernandes pada Januari kemarin

Kini Manchester United sudah lebih percaya diri untuk melawan Tim tim besa seperti Chelsea, Totteham maupun Manchester City dan memberikan kemenangan yang menyakinkan. walaupun begitu menururt Paul Ince Mu saat ini masih belum kuat dan masih jauh dari Liverpool maupun Manchester City.

Jadi di musim depan Ole Gunnars Solskjaer pasti akan memberi pemain baru lagi demi menambah kekuatan di skuat nya, namun Ince menyarankan bahwa harus ada pertimbangan ketika harus memberi pemain mudah dan pemain yang sudah berpengalaman.

” Di Skuat Ole ada pemain pemain yang memang tidak seharus nya berada di sana pada musim depan jadi akan ada banyak pemain yang masuk maupun pergi di skuat nya” buka Ince .

“Solskjaer harus bisa menyimbangkan skuat nya dan tidak bisa juga mengandalkan semua pemain muda. karena harus ada pemain yang lebih berpengalaman ketika ingin meyamai City maupun Liverpool” lanjut Ince .

Jadi menurut dari seorang Ince Manchester United harus mendatangkan 2 pemain lagi baik di sektor Stiker atau pun Gelandang. sebab Marcus Rashford harus butuh pendamping dan harus butuh Support sehingga ia pun bisa konsisten untuk mencetak gol.

Manchester United Sudah Diidolakan Odion Ighalo Sejak Kecil

Odion Ighalo kembali memperlihatkan performa luar biasanya saat klubnya, Manchester United berhasil menaklukan LASK dengan skor akhir 5-0 diputaran pertama babak 16 besar ajang Liga Europa di Stadion Linzer, Jumat (13-03-2020) dinihari WIB. Pesepakbola asal Nigeria ini memiliki kontribusi dalam kemenangan United dengan menyumbangkan 1 gol dan 1 assist.

Tapi siapa sangka, saat Ighalo masih kecil, dirinya harus berusaha dengan keras untukl bisa melihat performa klubnya, Manchester United menjalankan laga. Dirinya mengaku menyisihkan uang jajannya untuk menabung selama sepekan agar bisa menyaksikan Manchester United di TV pada akhir pekan.

Ighalo sendiri tumbuh besar di Nigeria dan tidak pernah mau menyembunyikan kegembiraannya karena bisa bermain untuk klub yang sudah diidolakan sejak dirinya masih kecil.

Ditemui saat sesi wawancara dari Football Focus setelah laga kontra LASK selesai, Ighalo mengungkapkan dan menceritakan masa kecilnya dulu. Dirinya hanya bisa melihat dan menyaksikan Manchester United ditempat yang menyediakan nonton bersama yang harus mengeluarkan dana jika ingin menonton bareng.

Dilansir oleh media Manchester Evening News, Odion Ighalo berkata, “Anda harus pergi ketempat yang ada menyediakan nonton bareng dan menyaksikan bola secara ramai-ramai jadi untuk bisa menontonnya saya harus menyisikan uang jajan untuk menabung. Itu dimulai dari hari senin sampai Jumat agar saya bisa menonton”.

Semangat Odion Ighalo untuk bermain di Manchester United dipercaya sebagai salah satu faktor perubahan yang signifikan dari klub besutan dari Sir Alex Ferguson akhir-akhir ini. Selain Ighalo, Bruno Fernandes juga memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan performa The Red Devis.

Kedua pemain tersebut didatangkan Manchester United pada bursa transfer musim Januari. Ighalo baru saja resmi bergabung dengan United dengan status pemain pinjaman pada hari terakhir bursa transfer musim Januari. Manchester United sangat senang dengan pilihan mereka dan tidak salah karena sudah berhasil memboyon kedua pemain berbakat tersebut.

Ighalo berkata, “Saya sangat senang bisa melakukannya karena dihidup saya saat ini semuanya tentang sepak bola. Saya senang bisa bermain sepak bola dengan teman-teman dan senang bisa menonton klub saya bertanding”.

Anthony Martial Berharap Bisa Menjadi Pemain Andalan Timnas Prancis

Anthony Martial memilki sebuah harapan untuk bisa menjadi pemain andalan ditimnas Prancis diajang Piala Eropa 2020. Apalagi mengingat bahwa dirinya sudah lama tidak memakai jersey tim berjulukan The Red Devils.

Pesepakbola berusia 24 tahun ini memang sedang dalam performa yang sangat prima dimusim ini. Dirinya berhasil mencatatkan 17 gol dari 31 laga yang dijalaninya dengan Manchester United musim ini.

Dengan performa yang dimiliki Martial tersebut, dirinya sebenarnya sudah lama tidak memperkuat timnas Prancis. Dirinya terakhir kali bermain dengan Les Bleus dibulan Maret 2018 yang lalu.

Martial sangat berharap performanya dengan performa yang sedang dalam keadaan membaik, dirinya bisa diajak untuk bergabung di timnas nasional dalam ajang Piala Eropa 2020. Dilansir dari media RMC Sport, Martial mengatakan, “Ya, untuk saat ini saya sudah berpikir bagaimana untuk bisa kembali ketimnas Nasional”.

Martial sendiri mengaku bahwa dirinya memiliki ketertarikan untuk bisa membela timnas Prancis diajang Piala Eropa 2020. Oleh karena itu dirinya berjanji akan terus berjuan untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk menempati posisi yang saat ini berada dibawah kepelatihan dari Deschamps.

“Saya sangat ingin bermain diajang Piala Eropa 2020 dan biarkan ini semua mengalir serta kita akan lihat apa yang akan terjadi nantinya. Saat ini saya hanya perlu menjalankan tugas yang ada dengan baik”, ungkap Martial.

Martial menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu mau memikirkan keadaan yang membicarakan peluangnya untuk bisa bermain ditimnas nasional ajang Piala Eropa 2020. Saat ini dirinya hanya akan fokus terhadap klubnya dan membantu klubnya, Manchester United untuk mengakhiri musm dengan sebaik mungkin.

Martial berkata, “Saya akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Manchester United. Saya berharap Manchester United bisa mengakhir musim dengan baik dan mampu mengakhiri musim diposisi empat besar. Saya akan berjuang untuk bisa mencetak gola sebanyak mungkin musim ini”.

Martial memilki potensi untuk mendapatkan kesempatan untuk bisa menunjukkan performa terbaiknya ditimnas Pranci pada akhir bulan ini. Laga tersebut dimulai dengan laga uji coba melawan Ukraina dan Finlandia.

Kekalahan Manchester United dari Burnley Membuat Masalah Menumpuk Untuk Ole Gunnar Solskjaer

Kekalahan Manchester United dari Burnley Membuat Masalah Menumpuk Untuk Ole Gunnar Solskjaer

Pada saat peluit akhir berbunyi di sekitar Old Trafford, stadion itu hampir tidak setengah penuh. Banyak pendukung tuan rumah telah mencemooh kinerja tim mereka saat istirahat. Tampilan babak kedua yang sama arahnya memberi mereka sedikit insentif untuk bertahan sampai akhir.

Sisi Ole Gunnar Solskjaer memiliki kesempatan untuk menutup celah di empat besar setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal. Sebagai gantinya, mereka dibiarkan untuk merenungkan kekalahan Liga Premier kedelapan musim yang semakin buruk. Masalahnya meningkat dan tekanan meningkat pada pria di ruang istirahat itu.

Sejak Solskjaer dijadikan manajer permanen pada bulan Maret, Manchester United kini telah kehilangan lebih banyak pertandingan Liga Premier daripada yang mereka menangkan, hanya mengambil 42 poin dari kemungkinan 96. Ini lebih sedikit dari Wolves, Crystal Palace dan Everton dan itu menimbulkan pertanyaan serius atas arahan mereka.

Sungguh luar biasa bahwa mereka masih duduk setinggi kelima. Tetapi kekalahan dari Wolves di pertandingan Liga Premier mereka berikutnya – dan hasil yang tidak mungkin diberikan bukti baru-baru ini – bisa membuat mereka serendah kedelapan. Itu mungkin akan menjadi refleksi yang lebih akurat tentang di mana sisi ini berada sekarang.

Solskjaer dapat menunjukkan cedera sebagai faktor penyebab. Lini tengahnya dicukur dari Paul Pogba dan Scott McTominay. Victor Lindelof dikesampingkan karena sakit terhadap Burnley. Dan pertandingan kedua United tanpa Marcus Rashford menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk menyerang bala bantuan.

Dengan tidak adanya Rashford, sorotan jatuh pada Anthony Martial. Pemain Prancis ini telah bermain hampir secara eksklusif sebagai penyerang tengah tahun ini dan datang ke pertandingan ini setelah mencetak empat kali dalam lima penampilan sebelumnya di Liga Premier. Tetapi ketidakkonsistenan tetap menjadi masalah utama dan tampilan ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah dikenal tentang kesesuaiannya dengan peran tersebut.

Pada menit ke-16, ia ditempatkan dengan sempurna delapan meter dari gawang untuk mengirim umpan balik Aaron Wan-Bissaka, tetapi entah bagaimana gagal terhubung dengan baik dengan bola. Ketika Nemanja Matic memilihnya di posisi yang sama kemudian di babak pertama, ia ragu-ragu, membiarkan Burnley pulih.

Alih-alih, banyak momen terbaiknya datang ketika ia menjatuhkan diri lebih dalam, ke area yang ia rasa lebih nyaman, area di mana ia dapat menghubungkan permainan dan mendorong United maju dalam serangan balik. Ia juga memberi tahu bahwa ia menciptakan lebih banyak peluang bagi orang lain daripada dirinya sendiri yang menembak tepat sasaran.

Kegagalan klub untuk menggantikan Romelu Lukaku satu-satunya penyerang alami mereka selama musim panas terlihat semakin mahal – terutama ketika pemain Belgia itu terus mencetak gol dengan begitu bebas untuk Inter Milan di Serie A – dan tidak membantu layanan dari lini tengah sangat buruk .

Ada sedikit cara struktur atau arah di daerah itu dan Andreas Pereira melambangkan masalah melawan Burnley. Pemain asal Brasil itu telah ditempatkan di posisi ke-10 untuk sebagian besar musim ini, dengan Solskjaer memintanya untuk memberikan kreativitas dari lini tengah yang kurang dimiliki tim ini karena absennya Pogba.

Tetapi tidak mengherankan bahwa ia adalah orang yang dikorbankan untuk Mason Greenwood di paruh waktu. Pereira telah mengambil kepemilikan pada banyak kesempatan di sepertiga akhir, tetapi tidak pernah tampak seperti menemukan jalan melalui garis pertahanan Burnley. Sebaliknya, ia mencoba serangkaian tembakan spekulatif yang tidak menyulitkan Nick Pope.

Wan-Bissaka adalah satu-satunya outlet penyerangan berbahaya United. Tetapi ketika Martial tidak gagal memanfaatkan pengirimannya, orang lain melakukannya. Di pertengahan babak pertama, dan dari posisi yang mirip dengan Martial, Juan Mata hanya bisa menendang peluang yang tampaknya sederhana ke kakinya sendiri.

Solskajer tidak dapat menanggung kesalahan atas kesalahan-kesalahan itu. Dia juga tidak bisa dianggap bertanggung jawab atas cara Manchester United terus menyeret tumit mereka di pasar transfer. Tetapi perjuangan defensif mereka tentu saja berdampak buruk padanya mengingat investasi yang mewah selama musim panas.

Solskjaer bekerja dalam keadaan sulit dan banyak masalah di klub sebelum penunjukannya. Tetapi sementara ada banyak pertanyaan yang diajukan tentang hierarki klub, semakin sulit bagi orang yang bertanggung jawab atas tim untuk mempertahankan rekornya. Ada pengaturan malaise di Old Trafford dan tribun setengah kosong membuktikannya.

Bruno Fernandes ke MU Hanya Hoaks

Kabar bergabungnya  Bruno Fernandes dengan Manchester United diberitakan hanya kabar bohong. Hal ini di utarakan ahli transfer pemain sepak bola eropa,Gabrielle Marcotti. Ia mengungkapkan jika transfer itu tidak akan pernah terjadi karena semuanya adalah kabar bohong yang ditulis oleh media Portugal.

Nama Bruno Fernandes memang menjadi pemberitaan banyak media, ketika ia dikaitkan dengan raksasa Inggris, Manchester United. Usai sang pemain tampil spektakuler pada musim lalu bersama Sporting Lisbon dimana sang pemain berhasil menyarankan 32 dan 18 assist.

Situasi terkini sang gelandang memang kembali memanas, pemain berusia 24 tahun itu menangis usai pertandingan terakhir melawan Valencia. Dalam laga itu Sporting harus kalah oleh klub asal Spanyol Valencia dengan skor dramatis. Melihat hal itu banyak yang beranggapan jika pertandingan itu merupakan pertandingan terakhir dari sang kapten.

Akan tetapi Marcotti yang berbicara kepada ESPN menyebutkan jika dia merasa aneh dengan transfer tersebut. Mengingat saat ini manager United, Ole Gunnar Solskjaer hanya akan menambah dua pemain baru. Pemain yang disebut sudah dipastikan adalah seorang bek tengah dan gelandang tengah untuk menggantikan peran Ander Herrera yang pergi pada musim ini. Sehingga tidak mungkin MU mendatangkan Fernanedes ke Old Traford dikarenakan ia memiliki peran yang sama dengan Juan Mata dan Paul Pogba.

”Saya sudah menunggu dalam tiga bulan terakhir mengenai pemberitaan ini{Bergabungnya Bruno Fernandes ke Manchester United}. Hingga kini United belum mendatangkannya.”ungkap Marcotti.

Marcotti sendiri menerangkan jika pemberitaan itu adalah ulah Sporting Lisbon dan media Portugal yang mencoba mempromosikan dan membesarkan nama pemainnya dengan mengaitkan kepada Manchester United.

”Saya mencoba berpikir positife, semua pemberitaan tentang Bruno ke Manchester United hanya di ungkapkan oleh media Portugal. Mereka mengatakan dalam 48 jam ke depan sang pemain akan segera berlabuh ke Old Trafford. Dan hingga kini mereka belum menggumukan kedatangan Bruno.”

”Sporting memanfaatkan media setempat untuk mencoba mempromosikan pemain andalannya¬† atau mendapatkan uang besar untuk menjual sang pemain. Bruno memang pemain yang bagus tanpa anda mempromosikan, tapi anda memasukan nama Manchester United yang memiliki pengaruh besar dalam bursa transfer, mereka klub kaya dan anda bisa mendapatkan uang banyak dari mereka.” terang Marcotti kepada ESPN.

 

Ole Gunnar solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer Memberikan Alasan Perihal Tentang Pembelian Striker Baru

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer akhirnya buka suara setelah sering di pertanyakan mengapa sang pelatih tidak mendatangkan Striker baru pada bursa transfer musim panas ini. Ole Gunnar Solskjaer yang mengadakan konferensi terbuka untuk menyambut musim baru 2019-2020 di Premier League akhirnya menjawab bahwa Manchester United tidak kekurangan Striker sama sekali sebaliknya bahwa fakta yang benar adalah Manchester United memiliki sangat banyak Striker berkualitas.

Pembelian Striker baru di anggap Ole Gunnar Solskjaer adalah suatu pemborosan, saat ini mereka memiliki Paul Pogba, Daniel James, Anthony Martial, Marcus Rasford, Frederico Rodrigues, dan masih banyak lagi pemain yang bisa menempati posisi Striker di Manchester United. Walaupun baru saja Romelu Lukaku pindah ke Inter Milan dengan harga transfer 74 juta poundsterling hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak performa dari Manchester United yang di anggap telah kehilangan Strikernya.

Banyak orang mengira bahwa dengan menjual Romelu Lukaku, Ole Gunnar Solskjaer akan mendatangkan pemain berkelas di bagian Strikernya tetapi pada kenyataannya hal tersebut adalah salah besar. Pada saat ini Ole Gunnar Solskjaer mengaku bahwa fokus utama dari Manchester United adalah memperkuat bagian pertahanannya sehingga para Striker depan dapat fokus terhadap bagian penyerangan dari Manchester United.

Ole Gunnar Solskjaer mengatakan ia sangat percaya kepada para penyerangan yang ada di Manchester United, pada musim lalu Rashford, Pogba dan Martial telah mencetak banyak gol untuk mereka, selain itu mereka juga memiliki Lingard dan James yang sangat bisa di andalkan untuk bisa menciptakan banyak peluang di posisi sayapnya.

Jadi alasan bahwa Manchester United tidak memiliki Striker yang bagus adalah hanya sebuah pendapat saja, terbukti saat ini mereka telah memiliki sangat banyak Striker berkualitas yang bahkan sering di buru oleh club besar lainnya pada bursa transfer musim ini.

Selanjutnya mengawali pertandingan di Premier League musim 2019-2020, Manchester United akan menjalani pertandingan pertama mereka di kandang sendiri di Old Trafford. Pada tanggal 11 Agustus nanti mereka akan melawan Chelsea sebagai pembukaan pertandingan pertama mereka.